4 Perawatan mobil listrik

Perawatan mobil listrik tetap perlu dilakukan, meski bisa dibilang lebih ringan dari mobil bermesin pembakaran bahan bakar bensin. Jika melihat ke belakang lima tahun, mobil listrik mungkin belum sepopuler sekarang ini. Tapi sekarang kondisinya berbeda. Produk mobil listrik semakin ramai oleh konsumen mobil di tanah air Siap atau tidak, perkembangan dunia otomotif sedang menuju ke arah yang “lebih hijau”.Dengan kata lain, mobil listrik dirancang sebagai solusi pendukung mobilitas yang lebih ramah lingkungan. Namun meski pamornya terus menanjak, bukan berarti tak ada halangan bagi mobil listrik. ketidaksukaan peminat datang dari salah satu dari mereka yang memang sudah  sangat menggemari mobil bermesin pembakaran bensin. Mobil listrik seringkali dipandang tidak mampu memberikan pengalaman berkendara yang sama. Karena mobil jenis ini tidak memiliki suara. Sebagai solusi, pabrikan bisa  menghadirkan suara mesin buatan atau artificial yang berasal dari audio di dalam kabin.Masalah lain: Harga mobil listrik saat ini agak mahal untuk pasar Indonesia. Jumlah pilihan produk juga sangat terbatas, memberikan orang sedikit kebebasan untuk memilih.  

Rutin Cek Radiator

Salah satu persamaan antara mobil listrik dan mobil mesin pembakaran dalam adalah sama-sama memiliki radiator, fungsinya sama seperti elemen pendingin, mengingat mobil listrik juga perlu menjaga suhu agar dapat berfungsi dengan baik. Mobil listrik Hyundai Ioniq dan Kona Electric yang  juga dipasarkan di Indonesia, kedua mobil tersebut memiliki radiator yang diperlukan untuk menjaga suhu kerja baterai  motor listrik.Katakanlah kebanyakan mobil  hanya melakukan 10.000 hingga 20.000 mil setahun.

Menggunakan Slow Charging

Mobil listrik biasanya memiliki mode pengisian  yang berbeda. Contohnya adalah pengisi daya lambat atau pengisi daya cepat. Pilihan mode pengisian daya ini rupanya turut mempengaruhi kondisi dan usia baterai yang digunakan. Mode float menggunakan arus bolak-balik (AC). Sedangkan arus searah (DC) digunakan untuk mengisi daya fast charger.Pengisian  dengan model trickle charging tentu membutuhkan waktu lebih lama untuk mengisi baterai hingga penuh. Namun, ini adalah cara yang  aman dan disarankan karena akan membuat baterai bertahan lebih lama. Jadi lebih baik bagi pengguna untuk melakukan ini untuk penggunaan sehari-hari. Sedangkan fast mode  charging bisa dilakukan saat menggunakan fasilitas public charging.

Melakukan Servis Rutin

Untuk  perawatan mobil listrik, semua pemilik disarankan untuk pergi ke bengkel resmi. Salah satunya karena mobil jenis ini masih tergolong baru di Indonesia. Oleh karena itu,  lebih aman saat dilakukan perawatan. Seperti halnya mobil dengan mesin pembakaran dalam, perawatan rutin diperlukan. Hal ini dilakukan untuk memeriksa bagian-bagian penting dari kendaraan. Bedanya, rutinitas ini tidak perlu sering dilakukan.Telah diklaim dalam berbagai percakapan bahwa pemilik mobil listrik Hyundai hanya mengunjungi dealer setiap 15.000 km.

Ganti Kampas Rem

Meski mobil listrik  dilengkapi dengan teknologi canggih, namun aspek keselamatan dasar tetap harus diperhatikan. Dalam hal ini sektor rem merupakan bagian yang harus dicek secara berkala, pada setiap kunjungan service ke bengkel resmi  ini akan menjadi salah satu pengukurannya. Komponen yang harus diperiksa atau diganti bila perlu antara lain bantalan rem pada ban depan dan belakang, serta kualitas minyak rem yang digunakan.

Nah gimana nih guys? Tips kali ini, biarpun mobil listrik masih tergolong sedikit di Indonesia tapi pastinya kedepannya bakal menyeluruh nih untuk pemakaian mobil ataupun motor listrik.

Perawatan mobil listrik tetap perlu dilakukan, meski bisa dibilang lebih ringan dari mobil bermesin pembakaran bahan bakar bensin. Jika melihat ke belakang lima tahun, mobil listrik mungkin belum sepopuler sekarang ini. Tapi sekarang kondisinya berbeda. Produk mobil listrik semakin ramai oleh konsumen mobil di tanah air Siap atau tidak, perkembangan dunia otomotif sedang menuju ke…